1. Pengertian Hipotik

Hipotik menurut Pasal 1162 Buku II BW adalah hak kebendaan atas benda-benda tak bergerak, untuk mengambil alih daripadanya bagi pelunasan perikatan.

Sifat-sifat yang melekat pada hipotik

  1. Bersifat setuju bahwa hak hipotik melekat pada bendanya, walau di tangan siapa pun benda itu.
  2. Hipotik mengikuti bendanya (droit de suite), yang ada di tangan ganti kebendaan yang dimiliki dengan hak kebendaan tersebut, pemilik berhak meminta kembali dengan atau mengganti ganti rugi.
  3. Accesoir, itu merupakan perjanjian ikutan
  4. Asas Preferen (preferensi droit) hipotik merupakan hak yang lebih didahulukan dari pemenuhannya.
  5. Asas Publisitas berpartisipasi dengan pengumuman tentang kepemilikan benda tidak bergerak untuk masyarakat.
  6. Asas Specialiteit, yang hipotik hanya dapat dipegang atas Benda-benda yang ditunjuk khusus.
  7. Hak hipotik hanya berisi hak untuk melunasi dari nilai benda Jaminan dan tidak memberi hak untuk memiliki bendanya.
  8. Hipotik merupakan hak yang tidak dapat dibagi-bagi (Ondeelbaarheid).
  9. Hipotik dapat diaktifkan atau dipindahkan sepanjang perjanjian pokok diaktifkan untuk dialihkan.
  10. Hipotik dapat dibebani lebih dari satu dikeluarkan, namun dalam hal pelunasan mengenal prioritas yang lebih tinggi tentang siapa yang lebih tinggi dicatatkannya dalam pembukuan hipotik (Pasal 1181 BW).
  11. Hipotik aktif terbatas (iura dalam realinea) hak kebendaan terbatas yang tidak memberikan hak kebendaan penuh kepada pemegangnya, hanya memberikan hak pelunasan mendahulu, dengan cara menjual sendiri atau melalui permintaan pengadilan.

Hipotik pada objek hipotik hanya dapat dilakukan telah dilakukan pada persetujuan yang dilakukan dengan akta otentik. Akta yang disetujui yang dimaksd sini bukan akta yang dibuat notaris, disetujui yang ditunjuk berdasarkan peraturan perndang-undangan yang terkait dengan hipotik. Akta pembebanan hipotik harus didaftarkan pada pejabat pendaftar objek hipotik

  1. Obyek Hipotik

Dalam BW Pasal 1164 mengutip yang dapat dibebani dengan hipotik adalah benda tak bergerak. Akan tetapi, dengan berlakunya Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA) pada tanggal 24 September 1960, ketentuan dalam Buku II BW di seluruh bumi, udara dan udara yang terkandung di dalamnya tidak ada, tersedia ketentuan -ketentuan tentang hipotik yang masih disetujui tetap sampai Undang-Undang tentang Hak Tanggungan belum terbentuk. Pada tahun 1996 amanah UUPA terkait Hak Tanggungan diwujudkan dengan diundangkannya Undang-undang No. 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-benda yang Berkaitan Dengan Tanah (UUHT) pada tanggal 9 April 1996. Dengan berlakunya UUHT, maka diperlukan hipotik pada benda yang tidak bergerak keluar dari tanah bersama benda-benda yang terkait dengan tanah.

Lalu apakah objek Hipotik setelah berlakunya peraturan-peraturan-undangan tersebut?

Kapal laut dan pesawat terbang tergolong benda tidak bergerak. Meski berdasarkan fungsinya kapal dan pesawat terbang merupakan benda bergerak. Hal ini karena kapal laut dan pesawat terbang wajib diijinkan dan memiliki kebobolan penetapan. Khusus untuk kapal laut memiliki persyaratan tambahan akan diberikan dengan berat ≥ 20M3atau dengan berat 7 GT. Ketentuan ini Diatur pada Pasal 314 KUHD Juncto Pasal 154 Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran Juncto Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 13 Tahun 2012 Pasal 24 Juncto Pasal 27 Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Dengan begitu kapal laut dan dan pesawat tebang merupakan obyek hipotik.

  1. Hipotik Kapal Laut

Pengaturan yang Diberikan Kapal Laut di bawah Menteri Perhubungan yang diajukan pada Direktur Jendral Perhubungan Laut. Kapal laut yang dapat didaftarkan adalah kapal yang sudah ada dan kapal yang sedang dalam proses pembuatan dengan persyaratan pembuatan paling sedikit telah selesai dibangun di lambung, geladak utama, dan seluruh bangunan atas.

Persyaratan Hipotik Kapal Laut

  1. Kapal dengan berat ≥ 20M3 atau dengan berat 7 GT
  2. Adanya Hak Kebendaan (terkait dengan bukti kepemilikan)
  3. Kapal yang telah didaftarkan dalam daftar kapal Indonesia
  4. Hipotik diberikan dengan akta yang disetujui, Hipotik kapal laut, akta yang disetujui disini adalah Akta Hipotik, kapal yang dibuat oleh pejabat pendaftar dan pencatat baliknama kapal di tempat kapal didaftarkan dan dicatat di dalam daftar kapal yang dibuat (Pasal 28 Peraturan Menteri No. PM 13 tahun 2012 tentang Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal)
  5. Menjamin suatu keberuntungan

Bukti Kapal Telah Dibebani Hipotik

Sebagai bukti kapal telah dibebani hipotik terdiri dari gtase akta hipotik kapal yang disetujui oleh pejabat pendaftar dan pejabat kapal baliknama atau pegawai pembantu pendaftar dan balik nama kapal.

  1. Hipotik Pesawat Udara

Pengaturan yang Diberikan Kapal Laut di bawah Menteri Perhubungan yang diajukan pada Direktur Jendral Perhubungan Udara

Pendaftaran pesawat wajib dilakukan untuk pesawat udara yang akan dioperasikan di Indonesia hanya untuk pesawat yang sudah ada

Persyaratan Hipotik Pesawat Udara

  1. Hipotik pada pesawat terbang hanya dapat diberikan pada pesawat yang sudah didaftarkan
  2. Adanya Hak Kebendaan
  3. Hipotik diberikan dengan akta diizinkan yang dibuat oleh notaris
  4. Menjamin suatu keberuntungan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here